Banjarnegara - Visit Jateng 2013 di
gaungkan seluruh masyarakat pariwisata di wilayah jawa tengah. Banyumas
raya yang meliputi kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas,
Cilacap, dan kebumen juga ikut meramaika #visitjateng. Melalui berbagai
promo paket wisata yang menarik baik wisata alam, budaya, sejarah,
edukasi hingga wisata kuliner yang tersebar di dunia offline mupun
online. Salah satu yang menjadi ikon kuliner banjarnegara adalah Dawet
Ayu yang melegenda di penjuru nusantara.
(ES Dawet Ayu Banjarnegara mba Lusi / dok. pribadi)
Kuliner khas banjarnegara ini dapat anda
temui di banyak titik di kabupaten banjarnegara, bahkan di berbagai
kota besar indonesia anda akan mudah menemukan minuman segar khas asli
banjarnegara. bukan hanya di indonesia melainkan ada juga orang asli
banjarnegara yang menjual dawetnya hingga ke mancanegara.
Jika anda berwisata ke banjarnegara
belum lengkap kalau belum menikmati sajian segarnya Dawet Ayu Asli
Banjarnegara. Minuman yang digemari para wisatawan ini beraal dari
perpaduan santan, air gula Jawa/ juruh dan isinya dawet yang terbuat
dari tepung beras dan sedikit tepung pohon aren (tepung gelang).
Dalam pembuatanya dawet ayu
menggunakan air perasan daun pandan/daun ssuji sehingga berwarna hijau.
dengan aroma khas yang wangi alami membuat aroma semakin nikmat. seiring
perkembangan zaman banyak yang mencoba inovasi dalam menyajikan racikan
dawet ayu. sehingga ada beberapa penjual dawet ayu yang menambahkan
buah nangka dan durian atau buah lain guna menambah kelezatan dan aroma
dawet ayu.
Menurut saya dawet merupakan minuman
tradisional yang sudah sangat tua, jauh dari sebelum zaman kemerdekaan
minuman segar ini telah ada di tanah jawa. namun seiring dengan
perkembangan zaman Dawet Ayu banjarnegara menjadi brand yang menarik dan
terkenal di seluruh nusantara bahkan mendunia.
Sejarah asal-usul nama dawet ayu ada
beberapa versi yang beredar di masyarakat. ada yang menyebutkan
pemberian nama ayu oleh bapak Soeharto yang saat itu ada peresmian
proyek nasional di kabupaten banjarnegara. beliau disajikan dawet
banjarnegara oleh wantita cantik (ayu). terinspirasi dari kecantikan
penjual dawet dan keindahan alam banjarnegara yang asri (ayu) maka bapak
Soeharto menyarankan agar Dawet ini diberi nama Dawet Ayu.
Dari Versi yang berbeda dan menunjukan
promosi atau pengenalan secara besar-besaran di zamannya melalui media
lagu calung banyumasan yang berjudul Dawet Ayu Banjarnegara. dalam
ceritanya ada group lawak yang sangat terkenal yaitu Peang Penjol
manggung di Banjarnegara. mereka mampir ke warung dawet ibu Munarjo yang
berlokasi sebelah utara terminal bus di jalan Dipayuda. group lawak
peang penjol begitu terkesan dengan segarnya dawet serta kecantikan
penjualnya sehingga menginspirasi untuk membuat karya lagu Dawet Ayu.
Tuku dawet dawete Banjarnegara
Seger, anyes, legi.. apa iya?
Daweet ayu… Dawete Banjarnegara.”
Seolah dalam event-event kesenian
tradisional lagu ini menjadi lagu wajib dibawakan oleh group calung
banyumasan. belum dianggap sinden banyumasan kalau tidak tahu lagu dawet
ayu.
(Kedai Dawet Ayu, Pedagngnya malu2 & minta photonya di blurkan / dok. pribadi)
Jalan-jalan ke banjarnegara tentu tidak
mantepz kalau belum ndawet. iya saat saya berkunjung menemui sahabat di
pusat kota, saya sempatkan untuk mampir ke warung dawetnya mba Lusi.
terletak di pinggir jalan dengan pemandangan sawah yang masih alami dan
pedagangnya juga cantik loch.. ^_^
Memang cukup sederhana warung tersebut
namun banyak yang berkunjung ke kedai ini. jika beruntung dan ramai
dalam sehari omzetnya bisa mendekati angka satu juta rupiah. waw… tak
disangka ternyata. memang Tuhan itu memberikan Rizki terbanyak melalui
dagang.
Dalam gerobak penjualnya selalu ada ikon
semar dan gareng yang merupakan 2 tokoh pewayangan yang melambangkan
merakyat. mereka berdua di jejerkan layaknya sedang berinteraksi ini
melambangkan agar kira selalu berkomunikasi yang baik dengan orang tua.
mereka menjadi contoh agar terjadi keseimbangan dalam menjalin
persaudaraan, dengan komunikasi yang baik serta keterbukaan tentu akan
berdampak kesehatan yang baik pada jiwa dan batin kita.
Jika kita cermati minuman dawet ayu
berwarna merah gula jawa serta putih santen yang melambangkan bendera
negara kesatuan Indonesia. bagaimanapun dan kondisi apapun kita harus
ingat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dawet ayu harus masuk
kedalam tubuh kita sama halnya dengan filosofi kita harus benar-benar
cinta terhadap merah putih sampai kedalam jiwa kita.
(Segarnya Dawet Ayu Banjarnegara / dok. Pribadi)
Perkembangan Dawet Ayu saat ini sudah
sangat pesat, namun tentu sejarah tetap di lestarikan sebagai upaya
penghargaan kita kepada pelaku sejarah. dalam #visitjateng 2013 banyak
event kegiatan di banjarnegara. diantaranya ada Festival Serayu secara
besar-besaran, arung jeram yang menantang, Festival kuliner banjarnegara
yang begitu lezat serta banyak event menarik lainnya di banjarnegara di
tahun 2013. ada juga pesta blogger banjarnegara loch… Sekali lagi saya
ingatkan kalau anda lewat banjarnegara, sempatkanlah untuk menikmati
sajian kuliner banjarnegara yang lezat. nikmati kesegaran alami dawet
ayu asli banjarnegara.
Selamat beraktifitas, selamat berwisata di jawa tengah. mari kita sukseskan #visitjateng2013.
Sumber :kompasiana.com

0 komentar:
Posting Komentar